Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf kelahiran Kota Solo adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib
Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami'
Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan
oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech
mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya. Berlanjut sambung
pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman
Assegaf yang datang dari Hadramaout. Habib Syech juga mendapat
pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam,
Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid
Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi).
Showing posts with label Dakwah Para Habaib. Show all posts
Showing posts with label Dakwah Para Habaib. Show all posts
Friday, May 18, 2012
Friday, May 11, 2012
Dakwah Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan
Dakwah Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan
Kemampuannya sebagai dai bukan hanya karena dia adalah cucu Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, “Singa Podium” dan pejuang dakwah di Betawi tahun 1906-1969. Tapi juga karena sedari kecil dia memang telah tertempa dalam lingkungan pendidikan yang sarat religius.
Wajah dai yang satu ini tentu sudah banyak dikenal kalangan habaib dan muhibbin yang ada di Indonesia. Usianya masih relatif muda, 31 tahun, namun reputasinya sebagai ulama dan muballig sudah diakui kaum muslimin. Tidak saja di Jakarta, tapi juga di banyak majelis haul dan Maulid yang digelar di berbagai tempat – seperti Gresik, Surabaya, Solo, Pekalongan, Tegal, Semarang, Bandung, Palembang, Pontianak dan Kalimantan. Hampir semua daerah di negeri ini sudah dirambahnya.Kemampuannya sebagai dai bukan hanya karena dia adalah cucu Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, “Singa Podium” dan pejuang dakwah di Betawi tahun 1906-1969. Tapi juga karena sedari kecil dia memang telah tertempa dalam lingkungan pendidikan yang sarat religius.
Kemampuannya sebagai dai bukan hanya karena dia adalah cucu Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, “Singa Podium” dan pejuang dakwah di Betawi tahun 1906-1969. Tapi juga karena sedari kecil dia memang telah tertempa dalam lingkungan pendidikan yang sarat religius.
Wajah dai yang satu ini tentu sudah banyak dikenal kalangan habaib dan muhibbin yang ada di Indonesia. Usianya masih relatif muda, 31 tahun, namun reputasinya sebagai ulama dan muballig sudah diakui kaum muslimin. Tidak saja di Jakarta, tapi juga di banyak majelis haul dan Maulid yang digelar di berbagai tempat – seperti Gresik, Surabaya, Solo, Pekalongan, Tegal, Semarang, Bandung, Palembang, Pontianak dan Kalimantan. Hampir semua daerah di negeri ini sudah dirambahnya.Kemampuannya sebagai dai bukan hanya karena dia adalah cucu Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, “Singa Podium” dan pejuang dakwah di Betawi tahun 1906-1969. Tapi juga karena sedari kecil dia memang telah tertempa dalam lingkungan pendidikan yang sarat religius.
Subscribe to:
Posts (Atom)