Showing posts with label dorongan kata-kata untuk maju. Show all posts
Showing posts with label dorongan kata-kata untuk maju. Show all posts

Thursday, October 20, 2011

Karena Hidayah Adzan Subuh Orang terpangil untuk Mukalaf

Awalnya, suara adzan Subuh adalah "musuh" bebuyutan Wahyu Soeparno Putro. Ia merasa, suara itu sangat terganggu tidurnya. Namun siapa nyana, suara adzan Subuh itu pula yang justru membawanya menemukan jalan menjadi seorang mualaf -- seorang pemeluk Islam. Sepenggal kesaksian spiritual itu seperti tak pernah bisa dilupakan pada ingatan lelaki kelahiran Skotlandia, 28 Juli 1963. Termasuk ketika berbincang santai kepada Republika yang menemuinya di sela-sela kesibukannya melakoni syuting sebuah program televisi di Jakarta, Senin (4/6) lalu. Kenangan itu ibaratnya telah menjelma menjadi semacam sebuah napak tilas spiritual tertinggi bagi pemilik nama lahir Dale Andrew Collins-Smith. Ia antusias -- walau kadang dengan berkaca-kaca -- menceritakan kisah yang dilaluinya sekitar 12 tahun silam. Tepatnya, sekitar pada 1999 atau lima tahun setelah pengelanaannya ke Yogyakarta. Dale saat itu datang ke Yogyakarta dari Australia untuk mencari nafkah dari perusahaan kerajinan yang memekerjakan sedikitnya 700 karyawan. Di Kota Gudeg itu, dia tinggal mengontrak bersama teman. Namun seiring waktu berjalan, dia kemudian bertemu dengan Soeparno. Soeparno ini adalah ayah beranak lima yang bekerja sebagai seorang satpam. Singkat cerita Dale ini kemudian diajak menetap bersama di rumah Soeparno sekaligus juga diangkat sebagai anak dari keluarga besar Soeparno. Rumah Soeparno ini letaknya hanya sepelemparan batu saja ke arah masjid. Karena tak jauh dari masjid, tak mengherankan kalau setiap pagi suara adzan Subuh itu seperti meraung-raung di dekat daun telinganya. Rutinitas itu akhirnya membuat Dale selalu terbangun di pagi hari. Bahkan setelah menetap cukup lama di rumah Soeparno itu, dia selalu terbangun 5-10 menit lebih awal dari adzan Subuh. ''Ini yang membuat saya heran,'' katanya. ''Padahal sejak kecil saya tak pernah bisa bangun pagi, tapi di sana (Yogyakarta) saya mampu merubah pola hidup saya untuk bangun pagi.'' Di tengah proses menemukan 'hidayah', Dale yang telah menjadi yatim-piatu sejak usia 20 tahun itu kemudian mulai banyak bertanya-tanya tentang Islam. Hal-hal sederhana tentang Islam seperti sholat sampai puasa menjadi pertanyaan yang mengusik batinnya. Terkadang ia pun tak sungkan untuk bertanya kepada rekan-rekannya yang menganut Islam. Pergaulan yang kian terjalin akrab dengan lingkungan Yogya itu ternyata melahirkan pula sebuah sikap toleransi beragama pada diri Dale. Ketika Ramadhan tiba dan rekan-rekannya berpuasa, dia seakan terpanggil untuk 'ikut-ikutan' berpuasa. ''Awalnya saya cuma ingin mengetahui saja seperti apa sih rasanya puasa,'' kata dia. ''Tetapi setelah tahun ke dua atau ketiga di sana, puasa saya ternyata sudah full hingga puasa tahun kemarin,'' sambungnya dengan penuh bangga. Eksperimentasi dalam menjalani ibadah puasa maupun rutinitas bangun pagi menjelang adzan Subuh itu kemudian memberikan pula semacam perasaan tenang yang menjalar di dalam diri Dale. ''Saat itu saya merasa seperti sudah sangat dekat saja dengan orang-orang di sekitar saya,'' katanya sambil mengaku pada fase tersebut dia sudah semakin fasih berbicara Indonesia. Tak merasa cukup terjawab tentang Islam pada rekan sepergaulan, Dale kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada ketua pengurus masjid dekat tempatnya tinggal. Tapi sekali lagi, hasratnya untuk mengetahui Islam masih belum terpuaskan. Maka pada suatu ketika, bertemulah dia dengan seorang ustad bernama Sigit. Ustad ini masih berada satu kampung dengan tempat tinggalnya di kediaman Soeparno. ''Waktu saya ceritakan tentang pengalaman saya, dia malah berkata kepada saya,''Sepertinya malaikat mulai dekat dengan kamu','' kata Dale menirukan ucapan Pak Sigit. Mendengar ucapan itu, Dale merasakan seperti ada yang meledak-ledak di dalam dirinya. ''Semuanya seperti jatuh ke tempatnya,'' kata dia menggambarkan situasi emosional dirinya ketika itu. ''Saat itu saya juga sudah bisa menangkap secara akal sehat tentang Islam,'' ujarnya lagi. Ledakan yang ada di dalam diri itu kemudian membawa Dale terus menjalin hubungan dengan Pak Sigit. Dari sosok ustad itu, dia mengaku mendapatkan sebuah buku tentang Islam dan muallaf. Dan pada saat itu pula, niatnya untuk mempelajari sholat kian menggelora. Di saat hasrat di dalam diri semakin 'merasa' Islam, Dale kemudian bertanya pada Soeparno. ''Saya merasa lucu karena sudah seperti merasa Muslim,'' kata dia kepada Soeparno. ''Tetapi bagaimana caranya,'' sambung dia kembali. Mendengar ucapan pria bule, Soeparno sangat terkejut. Lantas lelaki ini menyarankan agar Dale masuk Islam saja melalui bantuan Pak Sigit. Lantas tidak membutuhkan waktu lama lagi, sekitar medio 1999, Dale Andrew Collins-Smith kemudian berpindah agama sekaligus berganti nama menjadi Wahyu Soeparno Putro. Dan, prosesi 'hijrah' itu dilakukannya di masjid yang mengumandangkan adzan Subuh dekat rumahnya. Yang dulu dianggap "mengganggu" tidurnya....

Thursday, July 7, 2011

HIDUP DENGAN MENGUBAH KATA-KATA

Kata-kata yg kita ucapkan dan pikirkan bukan saja menjelaskan hidup kita tetapi sebenarnya membentuknya. Kata-kata berdampak besar terhadap kehidupan kita; bahkan, percakapan di dalam diri kita menghasilkan sebagian besar pencapaian kita. Saringlah kata-kata yg negatif dan ubahlah agar menjadi kata-kata positif sehingga lisan dan tulisan kita selalu mendukung kita untuk memperoleh hasil-hasil yg menonjol, untuk mengubah sudut pandang, relasi, serta mendukung kemampuan kita utk mewujudkan hasrat-hasrat terdalam kita. Kata-kata yg positif juga berpengaruh pada kesejahteraan jasmani dan pembersihan emosional.
Michael J. Losier dalam bukunya Law or Attraction mengatakan bahwa kata-kata kita mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk mewujudkan getaran yang dipancarkannya. Jadi, mengapa kita harus menggunakan kata-kata yang tidak kita inginkan? Gunakan saja kata-kata yang mengungkapkan hal-hal yang menjadi harapan kita agar hal-hal tersebut bisa terwujud. Bagaimana caranya? Simak yang berikut.

Ubahlah menjadi kata-kata positif

Jangan terlambat. ---------------Besok berangkatnya lebih pagi ya!
Jangan mengambil rute itu. ---------------Kita ambil rute yang ini saja.
Jangan panik. --------------------Tenang ya!
Jangan parkir di sini. --------------------Parkirnya di sana aja ya
Dilarang buang sampah sembarangan.---------------------Buang sampahnya di sini ya!/ Buang sampah pada tempatnya ya
Jangan lari ------------------Jalan aja yuk!
Jangan rebut------------------Bicaranya pelan-pelan aja ya!
jangan ragu-ragu menghubungi saya jika ada yang ingin Anda tanyakan--------------Kalau ada yang ingin ditanyakan hubungi saya ya!
Saya tidak boleh panik dalam menghadapi situasi ini -----------Kita tenang aja
saya tidak mau miskin---------saya ingin kaya
Aku sakit-----------aku merasa kurang sehat
Perutku sakit--------------perutku terasa kurang sehat
Aku takut------------------aku belum berani
Aku lupa---------------aku belum ingat
Ini terlalu sulit------------ini tidak mudah
Itu buruk-------------ini belum baik
Tidak masalah-------------baik-baik saja/terima kasih kembali
Nggak papa-------------it’s OK/ baik-baik saja OK
Jangan khawatir-----------Anda akan baik-baik saja
Aku sudah bekerja keras”----------------aku sudah bekerja dengan baik
Cari uang itu susah------------cari uang itu mudah
Jangan merokok ???--------------kita pengen sehat kan!
"Saya tidak pernah menjadi pengecut”-------------saya pemberani
Aku akan berangkat ngaji tetapi aku belum punya baju takwa---------aku akan berangkat ngaji walaupun aku belum punya baju takwa
Aku akan berangkat ngaji tetapi belum ada orang yang aku kenal --------------Aku akan berangkat ngaji walaupun belum ada orang yang aku kenal
Aku akan mendidik anak dengan baik tetapi aku ibu yang sibuk bekerja-----------Aku akan mendidik anak dengan baik walaupun aku ibu yang sibuk bekerja.
Dia pasti marah padaku karena tidak menyapaku ketika bertemu di jalan.-----------Mungkin dia tidak melihatku/Mungkin…………/Mungkin……….
Kamu harus rajin belajar---------Abi senang karena ali rajin belajar.
Kamu harus mengerjakan PR---------Umi senang karena ali rajin mengerjakan PR
Pokoknya nanti kamu harus datang ya----------Aku senang sekali kalau kamu bisa datang.
“Saya tidak ingin hidup melarat atau susah”----------saya ingin hidup berkelimpahan harta dan saudara
"Saya mau berhenti menggunjing"-------------saya ingin menjaga mulutku/aku ingin mulutku bersih
Miskin------belum kaya
Bodoh---------belum pandai
Hilang-------belum ketemu
Gagal------belum sukses
Ada Masalah--------ada tantangan